Inilah Misteri Kitab Janjkematian Bangsa Mesir Yang Dianggap Paling Sakral


Sebenarnya apasih isi dari Kitab Kematian bangsa Mesir (Book of the Dead)? Nah, kali ini seseorang yang berjulukan John Taylor (dari Museum Inggris) dan temannya yang berjulukan Ahmed Osman (sejarawan, dosen, Egyptologist Inggris) akan menjelaskan secara lengkap wacana Kitab Kematian yang dianggap paling sakral di dalam dunia magis tersebut.

Perintah Dewa
Menurut Ahmed Osman (sejarawan, dosen, peneliti, penulis, Egyptologist Inggris), bahwa sepuluh Perintah Dewa merupakan perintah kepada insan yang diberikan dalam bentuk imperatif. 
Adapun mantra Mesir ini memakai kalimat menyerupai ‘Jangan membunuh, Engkau tidak berzinah, Jangan mencuri, Jangan mengucapkan saksi dusta terhadap sesamamu’. Mereka akan berkata:
Salam untukmu, Dewa yang besar, Tuhan Dua Kebenaran. Aku tiba kepadamu, Tuhanku, supaya engkau membawa saya untuk melihat keindahan-Mu. Aku mengenal Engkau, saya tahu nama-Mu, saya tahu nama-nama 42 Dewa yang berada dengan Engkau di aula Dua Kebenaran yang luas… Lihatlah, Aku tiba kepadamu. Saya telah membawa kebenaran kepadamu, saya telah melaksanakan dosa bagi Mu. Aku tidak berdosa terhadap siapapun. Saya bukan orang teraniaya. Aku tidak melaksanakan kejahatan, bukan kebenaran.
Mengenal Kitab Kematian Mesir
Sebenarnya agama Mesir ini merupakan kepercayaan politeistik, ratusan yang kuasa dan dewi disembah di sepanjang lembah Nil. Diyakiniara yang kuasa menampakkan diri dalam gambar tertentu dan seniman menggambarkannya dalam bentuk patung.

Mereka juga menganggap alam abadi sebagai serpihan dari perjalanan untuk mencapai surga, perjalanan yang berbahaya sehingga memerlukan magis sepanjang perjalanan.
Bahkan anehnya, mereka juga percaya bahwa setiap orang memiliki, selain badan fisik, yang bersifat rohani ganda. Menganggap nama dan bayangan seseorang sebagai identitas yang hidup, serpihan dari eksistensi spiritual, bukan hanya bahasa dan fenomena alam. Anggapan bahwa final hidup hanya sebagai gangguan sementara, bukan penghentian hidup yang lengkap, dan percaya bahwa sesudah final hidup mereka akan menghadapi pengadilan di dunia bawah sebelum yang kuasa Osiris dan 42 hakim di Aula Pengadilan.
Pada umumnya, kitab Kematian memakai gulungan papirus dengan banyak sekali mantra tertulis di atasnya, dalam naskah hieroglif. Biasanya mempunyai ilustrasi berwarna yang indah, sangat mahal sehingga hanya dipakai bagi mereka yang kaya dan berstatus tinggi. Hal ini bergantung pada pada kekayaan masing-masing, dapat membeli papirus yang sudah diisi mantra atau dapat menghabiskan banyak uang untuk menentukan mantra yang diinginkan.
Beberapa mantra memastikan mereka untuk mengontrol badan sesudah kematian. Orang Mesir kuno percaya bahwa seseorang terdiri dari elemen berbeda ialah tubuh, roh, nama, hati, semua itu perwujudan seseorang, dan mereka takut bahwa elemen-elemen tersebut akan menghilang sesudah kematian. Ada banyak mantra untuk memastikan mereka biar tidak kehilangan kepala atau hati dan tidak membusuk, serta mantra lain wacana menjaga hidup dengan menghirup udara, mempunyai air minum dan makanan.
Namun ada juga mantra yang melindungi diri sendiri sebab berdasarkan kepercayaan orang Mesir kuno, mereka akan diserang dalam perjalanan ke alam abadi melalui banyak sekali media menyerupai hewan buas, diserang oleh yang kuasa atau setan yang melayani dewa. Didalam dunia berikutnya konon ada banyak yang kuasa yang menjaga gerbang yang harus dilewati, dan kalau tidak memperlihatkan tanggapan yang benar atas pertanyaan, maka dewa-dewa itu akan menyerang, mereka mempunyai pisau dan ular di tangan. Hal ini didasarkan pada ancaman yang mereka ketahui dalam kehidupan nyata, hanya jauh lebih menyeramkan dan jauh lebih berbahaya.
Konon, kalau tanpa mantra yang benar maka mereka dapat dihukum, menyerupai disimpan di blok pembantaian, dipenggal kepalanya, atau dapat terbalik (proses pencernaan juga terbalik, sehingga harus makan kotoran dan minum air kencing selamanya).

sumber: http://unik-aneh-seru.blogspot.com/

Komentar